Selasa, 17 April 2012
Berterimakasih
Tuhan, terima kasih atas bimbingan kepada kami saat menghadapi berbagai persoalan yang membuat kami menjadi mengerti dan memahami.
ANDAI KUTAHU INI HARI TERAKHIRKU
Sobat.
Bukankah Allah SWT telah berfirman, bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati? Bukankah tidak hanya Amrozi, Ali Ghufron maupun Imam Samudra, kita semua akan mati. Cuma…… entah kapan itu akan terjadi. Yang jelas pasti kita semua akan mati. Pasti! Bisa besok, lusa, atau justru hari ini.
Sobat.
Seandainya kita tahu bahwa hari ini hari terakhir kita, Apa yang hendak kita kerjakan?
- Apakah kita akan mengingat dosa dan bersimpuh untuk bertaubat nasuha dengan memperpanjang sujud dan istighfar?
- Apakah kita akan membersihkan rumah dari barang haram yang membuat malu didunia dan menjadi beban di akhirat?
- Apakah kita akan menegakkan sholat dengan berjamaah dimasjid, dengan tuma’ninah dan sekusyuk mungkin, dan tidak akan beranjak sebelum melantunkan dzikir yang menggetarkan hati?
- Apakah kita akan meminta maaf kepada orang yang telah kita dzalimi, baik dalam ucapan, perilaku maupun dalam hal harta?
- Apakah kita akan menyampaikan amanah yang dititipkan kepada kita, kepada mereka yang berhak?
- Apakah kita akan banyak membaca Al Qur’an, setelah sekian lama kita tinggalkan?
- Apakah kita akan memperbanyak sedekah kepada orang yang membutuhkan?
- Apakah kita akan menjauhi segala dosa dan segala hal yang tidak berguna?
Jika demikian, mengapa tidak kita kerjakan mulai sekarang? Bukankah, bisa jadi ini hari terakhir kita?
Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda, “Sesungguhnya, amal ( yang paling menentukan) adalah amal terakhirnya”.(HR.Bukhari).
Smoga Allah SWT berkenan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang khusnul khatimah. Amin!
Wallahu A’lam bi showab. semoga bermanfaat.
Bukankah Allah SWT telah berfirman, bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati? Bukankah tidak hanya Amrozi, Ali Ghufron maupun Imam Samudra, kita semua akan mati. Cuma…… entah kapan itu akan terjadi. Yang jelas pasti kita semua akan mati. Pasti! Bisa besok, lusa, atau justru hari ini.
Sobat.
Seandainya kita tahu bahwa hari ini hari terakhir kita, Apa yang hendak kita kerjakan?
- Apakah kita akan mengingat dosa dan bersimpuh untuk bertaubat nasuha dengan memperpanjang sujud dan istighfar?
- Apakah kita akan membersihkan rumah dari barang haram yang membuat malu didunia dan menjadi beban di akhirat?
- Apakah kita akan menegakkan sholat dengan berjamaah dimasjid, dengan tuma’ninah dan sekusyuk mungkin, dan tidak akan beranjak sebelum melantunkan dzikir yang menggetarkan hati?
- Apakah kita akan meminta maaf kepada orang yang telah kita dzalimi, baik dalam ucapan, perilaku maupun dalam hal harta?
- Apakah kita akan menyampaikan amanah yang dititipkan kepada kita, kepada mereka yang berhak?
- Apakah kita akan banyak membaca Al Qur’an, setelah sekian lama kita tinggalkan?
- Apakah kita akan memperbanyak sedekah kepada orang yang membutuhkan?
- Apakah kita akan menjauhi segala dosa dan segala hal yang tidak berguna?
Jika demikian, mengapa tidak kita kerjakan mulai sekarang? Bukankah, bisa jadi ini hari terakhir kita?
Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda, “Sesungguhnya, amal ( yang paling menentukan) adalah amal terakhirnya”.(HR.Bukhari).
Smoga Allah SWT berkenan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang khusnul khatimah. Amin!
Wallahu A’lam bi showab. semoga bermanfaat.
Kamis, 22 Maret 2012
ISTILAH SATUAN MILITER: DARI REGU HINGGA DIVISI
REGU
1.
Regu adalah satuan militer terkecil dalam Bataliyon
(Infanteri) yang terdiri minimal 20 personel.
2.
Komandannya berpangkat Sersan Satu atau Kopral Kepala senior (yang
berpengalaman).
3.
Regu adalah bagian dari peleton.
PELETON
1.
Kesatuan militer di bawah Kompi yang terdiri dari beberapa regu
(biasanya tiga regu),
2.
kekuatan personilnya kurang lebih 30 sampai 50 orang dan biasanya
dipimpin seorang Letnan Dua.
3.
Posisi Komandan Peleton biasanya merupakan penugasan PERTAMA, bagi
perwira yang baru lulus dari Akademi Militer (Angkatan Darat) dan Akademi
Angkatan Laut (kecabangan Marinir).
KOMPI
1.
Kesatuan militer yang berada di bawah Batalyon terdiri dari
beberapa peleton (biasanya tiga peleton)
2.
Kekuatan personilnya kurang lebih dari 180 hingga 250 orang.
Biasanya dipimpin seorang Kapten.
3.
Dalam satuan infanteri, ada tiga macam kompi, yang disesuaikan
dengan fungsinya, yaitu Kompi Senapan (Kipan), Kompi Markas (Kima), Kompi
Bantuan (Kiban). Kompi Senapan disiapkan untuk operasi lapangan, dengan
dukungan Kompi Bantuan.
4.
Persenjatan Kompi Bantuan lebih berat dari persenjataan Kipan,
persenjataan Kipan terdiri dari Senjata Mesin Sedang (SMS), mitraliur, dan
mortir.
BATALIYON
1.
Satuan dasar tempur di bawah Brigade atau Resimen yang terdiri
dari suatu Markas, Kompi Markas dan beberapa Kompi (biasanya tiga Kompi) atau
Baterai (istilah Kompi khusus untuk satuan Altileri).
2.
Khusus untuk Batalyon Infantri dapat merupakan bagian taktis dari
suatu Brigade dan dapat juga berdiri sendiri dengan tugas taktis dan
administrasi. Contoh Bataliyon Infanteri (Yonif) yang tergabung dalam Brigade
Infanteri (Brigif), adalah Yonif 312/Kala Hitam (Subang), Yonif 310/Iklas Karya
Utama (Sukabumi), dan Yonif 327/Brajawijaya (Cianjur), ketiganya berada di
bawah komando Brigif 15/Kujang (bermarkas di Bandung).
3.
Yonif yang berstatus "BS" (Berdiri Sendiri), adalah
Yonif yang tidak bergabung dalam Brigif, namun komandonya langsung dari Pangdam
(setempat), karena biasanya Yonif tersebut adalah Yonif andalan, yang biasa
disebut sebagai bataliyon pemukul Kodam. ContohYonif yang berstatus
"BS", antara lain adalah Yonif 401/Banteng Raiders (Kodam
IV/Diponegoro), Yonif 507/Sikatan (Kodam V/Brawijaya), Yonif Linud 733/Masariku
(Kodam VIII/Trikora), Yonif Linud 100/Prajurit Setia (Kodam I/Bukit Barisan),
dan lain-lain. Kategori lain adalah bataliyon yang di bawah komando Korem
(Komando Resort Militer). Ini adalah kategori yang paling umum. Contoh Yonif
315/Garuda (di bawah Korem 061/Suryakencana, Bogor), Yonif 408/Subrastha (basis
Kendal, di bawah Korem 073/Makutarama, Salatiga), Yonif 521 (basis Kediri, di
bawah Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun), dan lain-lain.
4.
Jumlah personil Yonif kurang lebih 700 hingga 1000 orang, Batalyon
biasanya dipimpin seorang Mayor (senior) atau
Letnan Kolonel.
5.
Sedang untuk Bataliyon di luar infanteri, seperti Bataliyon
Kavaleri (Yonkav), Bataliyon Artileri Medan (Yonarmed), Bataliyon Zeni Tempur
(Yonzipur), Bataliyon Perbekalan dan Angkutan (Yonbekang), hitungan personelnya
bukan sekadar orang per orang, namun jumlah kekuatan peralatannya dan anggota
yang menjadi operator (awak) peralatan tersebut, misalnya Yonkav terdiri dari
sekian tank atau sekian panser, Yonarmed terdiri dari sekian meriam, dan
seterusnya. Jadi jumlah personelnya tidak sebanyak bataliyon infanteri biasa.
6.
Bataliyon artileri ada dua macam, sesuai fungsinya: Bataliyon Artileri Medan (sasaran darat) dan Bataliyon Artileri Pertahanan Udara (sasaran udara).
7.
Yonkav unsur persenjataan yang utama ada dua, yaitu tank dan panser. Ada Yonkav yang persenjataannya khusus panser
atau khusus tank saja, atau gabungan antara keduanya. Contoh Yonkav yang
persenjataannya hanya tank: Yonkav 1/Kostrad. Sedang khusus panser, contohnya
Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya. Contoh yang gabungan: Yonkav 9/Serbu (Kodam
Jaya), Yonkav 4/Serbu (Kodam III/Siliwangi). Yonkav yang berunsur gabungan
panser dan tank, adalah bentuk yang paling umum.
BRIGADE
1.
Satuan tempur di atas Batalyon, dan di bawah Divisi yang merupakan
satuan dasar tempur terdiri dari unsur-unsur tempur (biasanya tiga Batalyon),
unsur-unsur bantuan tempur dan unsur-unsur bantuan administrasi.
2.
Brigade dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari komando
yang lebih besar (Divisi).
3.
Jumlah kekuatan personelnya kurang lebih 3000 hingga 5000
personel.
Karena merupakan satuan
tempur yang relatif besar (gabungan tiga bataliyon), maka ketika operasi pada
tingkat brigade, kesatuan tersebut bisa bergerak sendiri, lengkap dengan unsur
Bantuan Tempur (Banpur) dan Bantuan Administrasi (Banmin) sendiri. Koordinasi
Banpur dan Banmin berada di bawah unit tersendiri, yaitu Detesemen Markas,
dipimpin seorang Dandema.
4.
Brigade Infanteri (Brigif) di lingkungan TNI ada beberapa macam,
bisa berdasar garis komando, bisa berdasar kualifikasi.
§ Berdasar garis komando,
ada Brigif yang berada di bawah :
Kodam [Brigif yang berada di
bawah Kodam hanya ada dua, yaitu Brigif 1/Jaya Sakti (Kodam Jaya) dan
Brigif 15/Kujang (Kodam III/Siliwangi)]
Kostrad [Brigif Linud 3 (Makassar), Brigif Linud 17/Kujang I
(Jakarta), Brigif Linud 18/Trisula (Malang), Brigif 13/Galuh (Tasikmalaya),
Brigif 9 (Jember), dan Brigif 6 (Solo)]
§ Berdasar kualifikasi,
ada Brigif Lintas Udara (linud), dan Brigif Lintas Medan (Brigif biasa).
RESIMEN
1.
Satuan militer di bawah Divisi yang terdiri dari beberapa Batalyon
(biasanya 3 Batalyon).
2.
Resimen merupakan satuan dengan kesenjataan yang sejenis, misalnya
Resimen Arteleri Medan, Resimen Arhanud.
3.
Resimen biasanya dipimpin seorang Kolonel.
4.
Unsur-unsur satuan di bawah Resimen, hampir sama dengan Brigade.
Tampaknya TNI lebih cenderung memakai sistem Brigade. Itu terlihat tidak adanya lagi satuan yang memakai sebutan Resimen, setidaknya di lingkungan Angkatan Darat. Terakhir, mungkin kita masih ingat, satuan yang pernah memakai nama resimen, adalah Kopassus, saat masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).
Tampaknya TNI lebih cenderung memakai sistem Brigade. Itu terlihat tidak adanya lagi satuan yang memakai sebutan Resimen, setidaknya di lingkungan Angkatan Darat. Terakhir, mungkin kita masih ingat, satuan yang pernah memakai nama resimen, adalah Kopassus, saat masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).
DIVISI
1.
Satuan tempur militer terbesar, dengan kekuatan penuh. Maksudnya
secara operasional, memilki kesatuan kesatuan tempur, berikut unsur
pendukungnya, yaitu bantuan tempur dan bantuan administrasi, yang berada dalam
garis komando Divisi tersebut, jadi tidak perlu mendatangkan dari komando lain
di luar Divisi. Seperti Divisi Infanteri yang ada di Indonesia.
2.
Angkatan Darat memiliki dua satuan setingkat Divisi, yang keduanya
berada di bawah Kostrad, yaitu Divisi Infanteri 1 (markas di Cilodong, Bogor),
dan Divisi Infanteri 2 (markas diSingosari, Malang). Divisi-divisi tersebut,
selain memiliki unsur tempur sendiri (infanteri, kavaleri dan artileri), juga
memiliki unsur bantuan tempur (Bataliyon Zeni, Bataliyon Perhubungan, dan
Bataliyon Peralatan), dan unsur bantuan administrasi sendiri (perbekalan,
angkutan, kesehatan, polisi militer, dll).
3.
Divisi biasanya dipimpin oleh seorang Mayor Jendral.
DETASEMEN
Ada beberapa pengertian
istilah Detasemen :
1.
Kesatuan yang terdiri dari pasukan atau kapal-kapal yang diambil
dari kesatuan yang lebih besar dikirim untuk suatu tugas khusus. Untuk Angkatan
Darat, bisa berupa kendaraan lapis baja, seperti Detasemen Kavaleri.
2.
Kesatuan tetap yang berkekuatan kurang lebih sebesar Peleton
hingga Kompi yang dibentuk untuk tugas-tugas tertentu. Contoh: Detasemen Intel
(Denintel) Kostrad, Denintel Kodam, Denma Brigif, Detasemen Polisi Militer, dan
Detasemen 81/Anti Teror Kopassus (sebelum dilikuidasi). Untuk kategori ini
komandannya, perwira berpangkat Mayor atau Letkol.
3.
Nama tingkat kesatuan untuk organisasi kemarkasan tingkat Komando
Utama ke atas. Contoh: Detasemen Markas (Denma) Markas Besar Angkatan Darat,
Denma Mabes TNI, dan Denma Makodam. Komandannya biasanya berpangkat Kolonel
(untuk Mabes), atau Letkol (untuk Makodam).
Senin, 19 Maret 2012
Jumat, 16 Maret 2012
PSIKOLOGI OLAHRAGA
Psikologi secara umum dapat diartikan sebagai
ilmu yang mempelajari tentang gejala kejiwaan manusia. Sedangkan kejiwaan atau
jiwa adalah merupakan sesuatu yang sifatnya abstrak, yang berarti tidak dapat
dilihat dan belum dapat diungkapkan secara jelas dan lengkap. Oleh karena itu,
untuk mengungkapnya para ahli cenderung untuk mempelajari kejiwaan yang
terjelma ke dalam jasmani manusia dalam bentuk perilaku fisik, yaitu segala
aktivitas, perbuatan, atau penampilan diri manusia dalam hidupnya. Dengan
demikian sebenarnya bahwa perilaku manusia merupakan pencerminan dari
kejiwaannya, sehingga psikologi dapat
juga dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku atau tingkahlaku
manusia.
Psikologi
olahraga adalah merupakah salah satu cabang ilmu yang relatif baru, yaitu
merupakan salah satu hasil perkembangan dari psikologi.
Hal ini dapat dijelaskan bahwa sejak akhir abab ke-19 para ahli psikologi telah berusaha menerapkan
hasil-hasil penelitian psikologi ke dalam
kehidupan sehari-hari. Selanjutnya tumbuh dan berkembang apa yang disebut sebagai
psikologi terapan (applied
psychology) di berbagai bidang, termasuk salah satunya adalah dalam
bidang olahraga.
Pada awalnya psikologi
hanya mengembangkan diri secara vertical, artinya bahwa psikologi berkembang hanya terbatas dalam
lingkup disiplin ilmunya sendiri, yaitu tentang kejiwaan manusia sebagai
individu (belum dikaitkan dengan hal lain disekitarnya). Sedangkan manusia
sebenarnya bukan hanya individu, melainkan juga merupakan makhluk sosial, yang
berarti segala perilaku tidak akan terlepas dari pengaruh lingkungan. Dengan
demikian memaksa para ahli psikologi
tidak hanya mengembangkan disiplin ilmunya secara vertical melainkan juga harus
mengembangkan psikologi secara
horisontal. Maksudnya adalah bahwa psikologi
mulai mengembangkan diri dengan memasuki disiplin ilmu yang lain. Oleh karena olahraga juga merupakan salah satu bentuk
perilaku manusia, maka dalam perkembangan secara horisontal psikologi juga memasuki bidang olahraga, dan muncullah Psikologi Olahraga. Dengan demikian
sebenarnya bahwa psikologi olahraga
adalah merupakan perpaduan antara psikologi
dan olahraga.
PSIKOLOGI
OLAHRAGA (Kesatuan jiwa dan raga)
Manusia dapat juga dikatakan makhluk inono
dualisme, artinya bahwa manusia adalah merupakan kesatuan tak
terpisahkan antara dua aspek yang saling berbeda yaitu jiwa dan
raga. Di satu sisi aspek fisik atau raga dapat dilihat, diraba, tampak
nyata oleh indera manusia, disisi lain aspek kejiwaan (psikologis)
adalah aspek yang bersifat abstrak, yang tidak dapat diraba, tidak tampak oleh
mata manusia. Aspek jiwa dan raga yang merupakan kesatuan, sudah tentu antara
keduanya yaitu antara jiwa dan raga akan saling mempengaruhi. Dengan demikian
segala sesuatu yang dialami, diperbuat dan dicapai oleh manusia, akan sangat
tergantung dari kedua aspek tersebut. Dengan kata lain, bahwa segala perilaku
atau tingkah laku manusia tidak akan terlepas dari pengaruh aspek jiwa dan raga
atau aspek fisik dan psikologisnya.
Oleh karena itu, semua yang dirasakan atau dialami oleh kejiwaan akan terasa
pula oleh raganya. Hal ini kiranya sudah sejak jaman dahulu disadari dan
dimengerti, bahwa antara jiwa dan raga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan dan saling mempengaruhi.
Hal ini dapat dilihat dan dirasakan pada kejadian
sehari-hari, baik yang dialami oleh orang lain maupun kita alami sendiri.
Misalnya, apabila seseorang atau kita sendiri sedang mengalami suatu kekecewaan
yang mendalam, situasi ini dapat dikatakan bahwa orang itu atau kita sedang
mengalami gangguan kejiwaan, maka untuk menggerakkan raga rasanya menjadi
berat. Bahkan tidak jarang karena suatu kekecewaan, akan mengakibatkan
timbulnya suatu penyakit tertentu. Contoh lain misalnya seseorang atau kita
sendiri dalam melakukan kegiatan olahraga,
karena sebab tertentu kemudian mengalami cedera berat seperti patah kaki
misalnya. Akibat yang langsung dirasakaan adalah rasa sakit, selain akibat
setelah sembuh nanti. Dengan patah kaki berarti akan menjadi cacat (karena
kakinya harus dipotong misalnya), hal ini akan mengakibatkan munculnya rasa
rendah diri, malu kepada orang lain, hingga ia akan selalu murung dan mengurung
diri, dan merasa sudah tidak mempunyai masa depan
dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dialami raga kita, juga
akan berpengaruh terhadap jiwa kita. Kiranya mengenai hubungan dan pengaruh
antara jiwa dan raga ini sudah tidak diragukan dan disangkal lagi hingga
sebenarnya kita semua telah mengerti dan menyadari sepenuhnya hal itu.
Jika keyakinan sudah demikian seharusnya kita
juga dapat memperlakukan, merawat, dan memperhatikan dua aspek tersebut yaitu
jiwa dan raga kita secara seimbang. Artinya bahwa kita selain harus
memperhatikan, memperlakukan, merawat dan membina raga kita, juga harus
merawat, memperhatikan, memperlakukan dan membina kejiwaan kita secara seimbang
atau sama dengan memperlakukan dan membina raga kita. Namun demikian
kenyataannya sampai saat ini belum demikian, artinya bahwa perlakuan kita
terhadap raga dan kejiwaan kita masih berat sebelah atau belum seimbang.
Sekalipun telah dimengerti bahwa antara jiwa dan
raga saling mempengaruhi dan seharusnya mendapatkan perhatia yang sama, namun
masih banyak orang yang karena lupa atau sebab lain atau tanpa disadari,
memperlakukan aspek jiwa dan rasa ini dengan tidak adil atau tidak seimbang,
yaitu lebih banyak menekankaan perhatiannya atau pembinaannya terhadap aspek
raga saja. Hal ini banyak contoh yang dapat kita saksikan.
Seseorang yang merasa sakit atau menderita sakit
tertentu, sebagai usaha penyembuhan biasanya dibawa ke dokter. Setelah ke
dokter yang satu penyakitnya tidak kunjung sembuh, kemudian ke dokter lain,
demikian seterusnya. Hal ini karena pada umumnya mereka hanya melihat akibat
semata, tanpa melihat atau memang tidak tahu sebabnya. Sebagai akibat yang
terlihat atau yang terasa memang sakit secara fisik, tetapi dapat juga
disebabkan faktor
psikologis. Namun sebagai akibatnya (seperti yang sudah disebutkan
sebelumnya) bisa sama yaitu sakit secara fisik. Jika memang penyebabnya adalah
faktor fisik (fisiologis), maka memang tepat dibawa ke dokter umum. Tetapi jika
yang menjadi penyebabnya adalah faktor
psikologis, walaupun setelah diobati oleh dokter umum menjadi sembuh,
tetapi kemungkinan penyakit itu akan muncul kembali setelah pengaruh obat yang
diberikan telah habis. Jika memang demikian, maka sebaiknya dibawa ke psikiater
untuk dicari penyebab dari aspek yang lain yaitu aspek
psikologis.
A. Pengertian
Psikologi Olahraga
1. Apakah Psikologi Olahraga?
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku
manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana
sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang
tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari
luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.
Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang
olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke
dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada
dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan
dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum
dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan
prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.
2. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga?
Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat
menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis,
sehingga kemampuan olahraganya menurun. Mereka dapat menjadi tegang. denyut
nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan
mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para
atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Para
pelatih pun menaruh minat terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam
pengendalian stres.
Psikologi olahraga juga
diperlukan agar atlet berpikir mengenai. mengapa mereka berolahraga dan apa
yang ingin mereka capai? Sekali tujuannya diketahui, latihan-latihan
ketrampilan psikologis dapat menolong tercapainya tujuan tersebut.
3. Bagaimanakah Psikologi Olahraga Dapat Membantu Atlet Agar Memiliki
Mental yang Tangguh?
Mental yang tegar, sama halnya dengan teknik dan
fisik, akan didapat melalui latihan yang terencana, teratur, dan sistematis.
Dalam membina aspek psikis atau mental atlet, pertama-tama perlu disadari bahwa
setiap atlet harus dipandang secara individual, yang satu berbeda dengan yang
lainnya. Untuk membantu mengenal profil setiap atlet, dapat dilakukan
pemeriksaan psikologis, yang biasa dikenal dengan "psikotes",
dengan bantuan psikometri.
Profil psikologis atlet biasanya berupa gambaran
kepnbadian secara umum, potensi intelektual. dan fungsi daya pikimya yang
dihubungkan dengan olahraga. Profil atlet pada umumnya tidak berubah banyak
dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, orang sering beranggapan bahwa calon atlet
berbakat dapat ditelusun semata-mata dari profil psikologisnya. Anggapan
semacam ini keliru, karena gambaran psikologis seseorang tidak menjamin
keberhasilan atau kegagalannya dalam prestasi olahraga, karena banyak sekali
faktor lain yang mempengaruhinya. Beberapa aspek psikologis dapat diperbaiki
melalui latihan ketrampilan psikologis (diuraikan kemudian) yang terencana dan
sistematis, yang pelaksanaannya sangat tergantung dari komitmen si atlet terhadap
program tersebut.
B. Aspek-aspek Psikologis yang berperan dalam Olahraga
Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan
terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Berikut ini akan
diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering timbul di kalangan
olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan masa latihan.
1. Berpikir Positif
Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara
berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal
ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih
yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan
berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan
motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berpikir positif
merupakan modal utama untuk dapat memiliki ketrampilan psikologis atau mental
yang tangguh.
Pikiran positif akan diikuti dengan tindakan dan
perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan. Sebagai contoh,
jika dalam bermain bulutangkis terlintas pikiran negatif seperti, "takut
salah, takut out, takut bola pukulannya tanggung" dan sebagainya,
maka kemungkinan terjadi akan lebih besar. Karena itu cobalah dan biasakan
untuk selalu berpikir positif, hindari yang negatif. Demikian juga dalam
memberikan instruksi kepada atlet. Daripada mengatakan: "Kamu ini
susah sekali sih diajarnya..., salah terus...! Awas, jangan berhenti sebelum
bisa!", lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif walaupun
maksudnya sama: "Ayo, coba lagi pelan-pelan, kamu pasti bisa
melakukannya. Perhatikan, tangannya, begini... langkahnya, ke sini... kena
bolanya, di sini... ayo dicoba".
Sebagai pelatih, tunjukkan Anda percaya bahwa
atlet Anda memiliki peluang untuk dapat berprestasi baik. Cemooh, celaan, dan kritik
yang pedas yang tidak pada tempatnya, justru akan membuat atlet bereaksi
negatif dan berakibat akan menurunkan motivasi yang diikuti dengan penurunan
prestasi.
2. Penetapan Sasaran
Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar
dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan
sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut
mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang
lebih spesifik.
Untuk menetapkan sasaran, ada tiga syarat yang
perlu diingat agar sasaran itu bermanfaat, yaitu:
a. Sasaran harus menantang.
Sasaran yang ditentukan harus sedemikan rupa,
sehingga atlet merasa tertantang untuk dapat mencapai sasaran tersebut.
b. Sasaran harus dapat dicapai.
Buatlah sasaran itu cukup tinggi, akan tetapi
tidak terlalu tinggi. Atlet harus merasa bahwa sasaran yang ditetapkan itu
dapat tercapai jika ia berusaha keras. Jika sasaran terlalu tinggi, sehingga
atlet merasa mustahil dapat mencapainya, maka motivasi berlatihnya akan
menurun. Demikian pula, jika sasaran tersebut terlalu mudah untuk dapat
dicapai, maka atlet merasa tidak perlu berlatih keras karena ia akan dapat
mencapai sasaran tersebut.
c. Sasaran harus meningkat.
Mulai dari sasaran yang relatif rendah, kemudian
buatlah sasaran tersebut makin lama makin tinggi, semakin sulit tercapainya
jika atlet tidak berlatih keras. Dalam setiap latihanpun biasakanlah selalu ada
sasaran yang harus dicapai. Dan target yang bersifat umum, lalu uraikan lagi
secara lebih spesifik. Dan target untuk suatu kompetisi jangka panjang, uraikan
menjadi target atau sasaran jangka pendek, sampai target untuk setiap latihan.
Sasaran yang ditetapkan tersebut, hendaknya juga ditetapkan kapan harus
tercapainya, dan bagaimana pula cara mengukumya atau apa ukurannya secara
objektif. Sedapat mungkin, buatkan grafik pencapaian sasaran tersebut agar
terlihat jelas arah dan peningkatannya.
3. Motivasi
Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam
diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan
tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut
tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.
Ditinjau dari fungsi diri seseorang, motivasi
dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar (ekstrinsik) dan motivasi
yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik). Dengan pendekatan psikologis
diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat memperlihatkan motivasi yang
kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat memenangkan pertandingan.
Motivasi yang baik tidak mendasarkan dorongannya
pada faktor ekstrinsik seperti hadiah atau penghargaan dalam bentuk materi.
Akan tetapi motivasi yang baik, kuat, dan lebih lama menetap adalah faktor
intrinsik yang mendasarkan pada keinginan pribadi yang lebih mengutamakan
prestasi untuk mencapai kepuasan diri daripada hal-hal yang material.
Untuk mengembangkan motivasi intrinsik ini, peran
pelatih dan orangtua sangat besar. Pelatih perlu melakukan pendekatan dan
menumbuhkan kepercayaan diri pada atlet secara positif. Ajarkan atlet untuk
dapat menghargai diri sendiri, oleh karena itu, pelatih harus memperlihatkan
bahwa ia menghargai hasil kerja atlet secara konsekuen.
4. Emosi
Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut
sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun
hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan
seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi
tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di
sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan
diri sendiri.
Pengendalian emosi dalam pertandingan olahraga
seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Para
pelatih harus mengetahui dengan jelas bagaimana gejolak emosi atlet asuhannya,
bukan saja dalam pertandingan tetapi juga dalam latihan dan kehidupan
sehari-hari. Pelatih perlu tahu kapan dan hal apa saja yang dapat membuat
atletnya marah, senang, sedih, takut, dan sebagainya. Dengan demikian pelatih perlu
juga mencari data-data untuk mengendalikan emosi para atlet asuhannya. yang
tentu saja akan berbeda antara atlet yang satu dengan atlet lainnya.
Gejolak emosi dapat mengganggu keseimbangan
psikofisiologis seperti gemetar, sakit perut, kejang otot, dan sebagainya.
Dengan terganggunya keseimbangan fisiologis maka konsentrasi pun akan
terganggu, sehingga atlet tidak dapat tampil maksimal. Seringkali seorang atlet
mengalami ketegangan yang memuncak hanya beberapa saat sebelum pertandingan
dimulai. Demikian hebatnya ketegangan tersebut sampai ia tidak dapat melakukan
awalan dengan baik. Apalagi jika lawannya dapat menekan dan penonton pun tidak
berpihak padanya, maka dapat dibayangkan atlet tersebut tidak akan dapat
bermain baik. Konsentrasinya akan buyar, strategi yang sudah disiapkan tidak
dapat dijalankan, bahkan ia tidak tahu harus berbuat apa.
Disinilah perlunya dipelajari cara-cara mengatasi
ketegangan (stress mana- gement). Sebelum pelatih mencoba mengatasi ketegangan
atletnya. terlebih dulu harus diketahui sumber-sumber ketegangan tersebut.
Untuk mengetahuinya, diperlukan adanya komunikasi yang baik antara pelatih
dengan atlet. Berikut ini dijelaskan secara terpisah mengenai aspek-aspek yang
berkaitan dengan emosi.
5. Kecemasan dan Ketegangan
Kecemasan biasanya berhubungan dengan perasaan
takut akan kehilangan sesuatu, kegagalan, rasa salah, takut mengecewakan orang
lain, dan perasaan tidak enak lainnya. Kecemasan-kecemasan tersebut membuat
atlet menjadi tegang, sehingga bila ia terjun ke dalam pertandingan maka dapat
dipastikan penampilannya tidak akan optimal. Untuk itu, telah banyak diketahui
berbagai teknik untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan yang penggunaannya
tergantung dari macam kecemasannya.
Sebagai usaha untuk dapat mengatasi ketegangan
dan kecemasan, khususnya dalam menghadapi pertandingan, lakukanlah beberapa
teknik berikut ini :
a. Identifikasikan dan temukan sumber utama dan permasalahan yang
menimbulkan kecemasan.b. Lakukan latihan simulasi, yaitu latihan di bawah kondisi seperti dalam pertandingan sesungguhnya.
c. Usahakan untuk mengingat, memikirkan dan merasakan kembali saat-saat ketika mencapai penampilan paling baik atau paling mengesankan.
d. Lakukan latihan relaksasi progresif, yaitu melakukan peregangan alau pengendoran otot-otot tertentu secara sistematis dalam waktu tertentu.
e. Lakukan latihan otogenik, yaitu bentuk latihan relaksasi yang secara sistematis memikirkan dan merasakan bagian-bagian tubuh sebagai hangat dan berat.
f. Lakukan latihan pernapasan dengan bernapas melalui mulut dan hidung serta secara sadar bernapas dengan menggunakan diafragma.
g. Dengarkan musik (untuk mengalihkan perhatian).
h. Berbincang-bincang, berada dalam situasi sosial (untuk mengalihkan perhatian).
i. Membuat pernyataan-pernyataan positif terhadap diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang diperlukan saat itu.
j. Lain-lain yang dapat mengurangi ketegangan.
6. Kepercayaan Diri
Dalam olahraga, kepercayaan diri sudah pasti
menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet. Masalah kurang atau
hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri akan mengakibatkan
atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya atlet tidak perlu
merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih secara
sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.
Peran pelatih dalam menumbuhkan rasa percaya diri
atletnya sangat besar. Syarat untuk untuk membangun kepercayaan diri adalah
sikap positif. Beritahu pemain di mana letak kekuatan dan kelemahannya
masing-masing. Buatkan program latihan untuk setiap atlet dan bantu mereka
untuk memasang target sesuai dengan kemampuannya agar target dapat tercapai
jika latihan dilakukan dengan usaha keras. Berikan kritik membangun dalam
melakukan penilaian terhadap atlet. Ingat, kritik negatif bahkan akan
mengurangi rasa percaya diri.
Jika pemain telah bekerja keras dan bermain bagus
(walaupun kalah), tunjukkan penghargaan Anda sebagai pelatih. Jika pemain
mengalami kekalahan (apalagi tidak dengan bermain baik), hadapkan ia pada
kenyataan objektif. Artinya, beritahukan mana yang telah dilakukannya secara
benar dan mana yang salah, serta tunjukkan bagaimana seharusnya. Menemui pemain
yang baru saja mengalami kekalahan harus dilakukan sesegera mungkin
dibandingkan dengan menemui pemain yang baru saja mencetak kemenangan.
7. Komunikasi
Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua
arah, khususnya antara atlet dengan pelatih. Masalah yang sering timbul dalam
hal kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atletnya
adalah timbulnya salah pengertian yang menyebabkan atlet merasa diperlakukan
tidak adil, sehingga tidak mau bersikap terbuka terhadap pelatih. Akibat lebih
jauh adalah berkurangnya kepercayaan atlet terhadap pelatih.
Untuk menghindari terjadinya hambatan komunikasi,
pelatih perlu menyesuaikan teknik-teknik komunikasi dengan para atlet seraya
memperhatikan asas individual. Keterbukaan pelatih dalam hal pogram latihan
akan membantu terjalinnya komunikasi yang baik, asalkan dilakukan secara
objektif dan konsekuen. Atlet perlu diberi pengertian tentang tujuan program
latihan dan fungsinya bagi tiap-tiap individu.
Sebelum program latihan dijalankan, perlu
dijelaskan dan dibuat peraturan mengenai tata tertib latihan dan aturan main
lainnya termasuk sanksi yang clikenakan jika terjadi pelanggaran terhadap
peraturan yang telah dibuat tersebut. Jadi, hindarilah untuk memberlakukan
suatu sanksi yang belum pernah diberitahukan sebelumnya. Misalnya, seorang
atlet minum Coca Cola dalam latihan, lalu dihukum oleh pelatih. Atlet tersebut
bingung dan bertanya-tanya mengapa ia dihukum karena ia tidak pernah dijelaskan
sebelumnya oleh pelatih bahwa dalam latihan dilarang minum minuman bersoda.
Demikian pula dalam hal pelaksanaanya. Peraturan
yang sudah dibuat, haruslah dijalankan secara konsekuen. Artinya, jika seorang
atlet dihukum karena melanggar peraturan tertentu, maka jika ada atlet lain
yang melanggar peraturan yang sama ia pun harus mendapat hukuman yang sama.
Demikian pula jika atlet yang sama melakukannya lagi di kemudian hari.
Pelatih pun perlu bersikap objektif dan berpikir
positif. Bersikap objektif maksudnya adalah bersikap sesuai dengan kenyataan
atau fakta apa adanya tanpa menyangkutpautkan dengan hal lain. Jika pelatih
marah terhadap atlet karena misalnya si atlet datang terlambat dalam latihan,
maka hukumlah atlet itu hanya atas keterlambatannya, jangan dihubungkan dengan
hal-hal lain (ingat, hukuman tersebut harus sudah tertera dalam tata tertib
latihan).
8. Konsentrasi
Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana
kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tententu dalam waktu tertentu.
Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan
konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan
berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi
pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.
Dalam olahraga, masalah yang paling sering timbul
akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan, pukulan,
tendangan & tembakan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut
jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak
jalan, sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana
dan pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan tersebut,
perlu dilakukan latihan berkonsentrasi.
9. Evaluasi Diri
Evaluasi diri dimaksudkan sebagai usaha atlet
untuk mengenali keadaan yang terjadi pada dirinya sendiri. Hal ini perlu
dilakukan agar atlet dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dirinya pada saat
yang lalu maupun saat ini. Dengan bekal pengetahuan akan keadaan dirinya ini
maka pemain dapat memasang target latihan maupun target pertandingan dan cara
mengukurnya. Kegunaan lainnya adalah untuk mengevaluasi hal-hal yang telah
dilakukannya, sehingga memungkinkan untuk mengulangi penampilan terbaik dan
mencegah terulangnya penampilan buruk.
Oleh karena itu, pelatih perlu menginstruksikan
atletnya untuk memiliki buku catatan harian mengenai latihan dan pertandingan.
Minta pemain untuk menuliskan kelemahan dan kelebihan diri sendiri, baik dalam
segi fisik, teknik, maupun mental. Kemudian koreksilah jika menurut Anda
sebagai pelatih ada hal-hal yang tidak sesuai atau ada yang kurang.
Biasakan agar atlet mengisi buku tersebut secara
teratur. Ajak atlet untuk menuliskan di dalam bukunya hal-hal yang intinya
sebagai berikut:
- Target jangka panjang, menengah, dan jangka pendek dalam latihan dan
pertandingan.- Sesuatu yang dilakukan dan dipikirkan sebelum latihan atau pertandingan.
- Suatu gerakan atau penampilan mengesankan.
- Catatan mengenai kelemahan dan kelebihan lawan yang akan dihadapi dan strategi menghadapinya.
- Hasil dan jalannya pertandingan.
- Hal yang mengganggu emosi atau membuat penampilan jadi buruk.
- Penghargaan yang didapat atas suatu keberhasilan.
Pastikan bahwa buku tersebut diisi secara teratur
oleh setiap atlet. Namun perlu diingat bahwa pelatih jangan terlalu memaksa
untuk membaca buku harian atlet. Biarkan itu menjadi bagian dan rahasia pribadi
mereka. Yang perlu dipantau oleh pelatih adalah bahwa atlet mempunyai bahan
bagi dirinya sendiri untuk melakukan evaluasi.
C. Persiapan Pertandingan
Setelah atlet dilatih baik fisik, teknik,
strategi, maupun mentalnya dengan program latihan yang tepat, maka untuk
menguji hasil latihannya adalah dengan lterjun ke dalam pertandingan. Tentunya
diharapkan bahwa setiap pemain akan dapat menampilkan seluruh kemampuannya yang
didapat dan latihan. Namun acapkali pemain tampil di bawah form, artinya ia
tidak dapat menampilkan seluruh kemampuan yang dimilikinya pada saat
pertandingan.
Untuk mengatasi hal seperti di atas, perlu
diciptakan situasi yang mendukung yang tercapainya prestasi optimal dan
dilakukan perwapan mental untuk menghadapi suatu pertandingan agar si atlet
dapat menampilkan seluruh kemampuannya, sehingga tercapailah prestasi puncak.
(1). Sebelum hari pertandingan
(2). Pada hari pertandingan
(3). Saat pertandingan
(4). Setelah hari pertandingan.
Berikut uraiannya dalam contoh persiapan pertandingan bulutangkis:
1. Sebelum Hari Pertandingan
a. Kumpulkan data mengenai kekuatan dan kelemahan
lawan. Jika memungkin- kan ,
putarlah rekaman pertandingannya. Kemudian susunlah strategi untuk
menghadapinya. Untuk pemain ganda, diskusikan strategi tersebut dengan
pasangannya.
b. Pantau kemajuan atlet, baik fisik maupun
mentalnya dengan memperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya, bagaimana irama,
timing, power, dan kelancaran menjalankan ketrampilannya serta sikapnya
terhadap latihan secara umum.
c. Pantau tingkat kecemasan atlet dengan melihat
ekspresi wajahnya apakah cerah atau murung: apakah sinar matanya letih atau
segar dan awas. Juga perhatikan suasana hatinya, bagaimana kualitas tidur dan
makannya, apakah ia mengalami faktor-faktor psikosomatis seperti sakit perut,
nyeri otot, sesak nafas, demam, batuk, keringat dingin, dan sebagainya.
d. Pada saat tidak latihan, pastikan bahwa atlet
tidak "hidup dan berpikir" mengenai pertandingannya 24 jam sehan.
Berikan aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya yang dapat memberikan suasana
gembira, sehingga ia bisa mengalihkan pikirannya sejenak dari pertandingan.
e. Satu hari menjelang pertandingan, biasanya
cukup latihan ringan saja dan tidak perlu berada di lapangan terlalu lama. Pada
malam hari sebelum bertanding, tidurlah pada saat yang tepat, tidak perlu tidur
terlalu cepat. Sebelum tidur, lakukan latihan relaksasi dan visualisasi. Jika
pertandingan besok dilakukan pagi atau siang hari, siapkan alat-alat
perperlengkapan pertandingan, termasuk baju ganti dan perlengkapan cadangan
malam ini juga agar esok tidak terburu-buru. Pastikan semua dalam keadaan baik.
2. Pada Hari Pertandingan
a. Bangun tidur pada saat yang tepat, malamnya
harus tidur cukup dan tidak berlebihan. Kemudian lakukan aktivitas rutin
kebiasaan sehari-hari, seperti sembahyang, berdoa, stretching, sarapan
(perhatikan kapan harus makan dan apa yang harus dimakan), latihan relaksasi
dan visualisasi, memeriksa kembali perlengkapan pertandingan termasuk
cadangannya. Mulailah hari ini dengan gembira, optimis, dan berpikir positif.
b. Berangkatlah ke tempat pertandingan pada saat
yang tepat. Perhitungkan jarak ke tempat pertandingan, bagaimana mencapainya,
kemacetannya dan sebagainya. Tidak perlu berangkat terlalu cepat, namun jangan sampai
terlambat, sehingga tidak ada waktu untuk istirahat, penyesuaian dan pemanasan.
c. Di tempat pertandingan pelatih perlu mengenali
atlet mana yang berada didekat teman-temannya dan mana yang lebih suka
menyendiri. Pastikan di lapangan mana atlet yang akan bertanding, jangan lupa
melapor panitia. Untuk pertandingan pertama, pastikan atlet sudah hapal dimana
letak ruang ganti, WC, ruang kesehatan, tes doping, tempat ganti senar, dan
sebagainya.
d. Sambil melakukan pemanasan, atlet hendaknya
meningkatkan level `semangat' dlan tetap berpikir positif. Pelatih dapat
mengingatkan strategi yang akan diterapkan secara sekilas. Lakukan stroke
dengan penuh konsentrasi yang kemudian dapat dilanjutkan dengan'visualisasi
clan relaksasi.
3. Saat Bertanding
Saat bertanding tiba, bukan waktunya lagi untuk
memikirkan teknik memukul atau bagaimana harus melangkah. Itu semua sudah
dilatih dalam latihan dan sudah dihayati dalam visualisasi. Sekarang saatnya
tinggal mengulang-ulang kejadian yang sudah divisualisasikan dan melakukannya
sesuai dengan situasi saat ini. Sekarang adalah saatnya melakukan konsentrasi
penuh hanya pada bola dan jalannya pertandingan.
Anjurkan atlet untuk:a. Memantau clan menyesuaikan tingkat kecemasan, lakukan relaksasi.
b. Pusatkan perhatian semata-mata hanya terhadap
permainan yang sedang dijalani. Kesalahan yang baru atau pernah terjadi, clan
yang mungkin terjadi jangan dihiraukan.
c. Berpikir positif dan optimis, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif.d. Jangan terlalu banyak menganalisa.
e. Bermainlah dengan irama sendiri, jangan terbawa irama lawan.
f. Menjalankan strategi yang telah disiapkan.
Jangan diubah jika strategi itu berjalan. Lakukan evaluasi singkat, jika
strategi tidak jalan, lakukan penyesuaian dengan alternatif strategi yang sudah
dipersiapkan.
g. Hindari hal-hal negatif seperti, menyalahkan
diri sendiri secara berlebihan, berbicara terhadap diri sendiri berlebihan,
berpikir negatif, meragukan kemampuan clan menyerah sebelum pertandingan
selesai.
h. Jika bermain bagus, jangan bertanya mengapa
clan mengganti apapun; biarkan berjalan demikian. Jangan mengendor jika sedang
leading (memimpin pertandingan), clan tidak perlu kasihan jika lawan mendapat
angka nol.
4. Setelah Hari Pertandingan
a. Mintalah atlet mencatat hal-hal posisitf maupun
negatif yang dirasa berpengaruh terhadap penampilannya dalam pertandingan tadi.
Bukan hanya yang bersifat teknik, taktik, clan strategi, tetapi juga yang
bersifat mental, bahkan hal-hal kecil lainnya. Catat hasil tersebut dalam buku
evaluasi si atlet.
b. Evaluasi penampilan dalam pertandingan tadi. Apakah mencapai sasaran?c. Putuskan apakah perlu diadakan penyesuaian terhadap program latihan.
d. Pusatkan perhatian terhadap aspek-aspek positif dari penampilan dalam pertandingan.
D. Pelatih Sebagai Pembina Mental Atlit
Pelatih dalam olahraga dapat mempunyai fungsi
sebagai pembuat atau pelaksana program latihan, sebagai motivator, konselor,
evaluator dan yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan
dengan kepelatihan tersebut. Sebagai manusia biasa, pelatih sama halnya dengan
atlet, mempunyai kepribadian yang unik yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Setiap pelatih memiliki kelebihan dan kekurangan, karena itu tidak ada pelatih
yang murni ideal atau sempura.
Dalam mengisi peran sebagai pelatih, seseorang
harus melibatkan diri secara total dengan atlet asuhannya. Artinya, seorang
pelatih bukan hanya melulu mengurusi masalah atau hal-hal yang berhubungan
dengan olahraganya saja, tetapi pelatih juga harus dapat berperan sebagai
teman, guru. orangtua, konselor, bahkan psikolog bagi atlet asuhannya. Dengan
demikian dapat diharapkan bahwa atlet sebagai seorang yang ingin mengembangkan
prestasi, akan mempunyai kepercayaan penuh terhadap pelatihnya.
Keterlibatan yang mendalam antara pelatih dengan atlet
asuhannya harus dilandasi oleh adanya empati dan pelatih terhadap atletnya
tersebut.Empati ini merupakan kemampuan pelatih untuk dapat menghayati perasaan
atau keadaan atletnya, yang berarti pelatih dapat mengerti atletnya secara
total tanpa ia sendiri kehilangan identitas pnbadinya. Untuk mengerti keadaan
atlet dapat diperoleh dengan mengetahui atau mengenal hal-hal penting yang ada
pada atlet yang bersangkutan. Pengetahuan sekadarnya saia tidak cukup bagi
pelatih untuk mengetahui keadaan psikologi atletnya. Dasar dan sikap mau
memahami keadaan psikologi atletnya adalah pengertian pelatih bahwa setiap
orang memiliki sifat-sifat khusus yang memerlukan penanganan khusus pula dalam
hubungan dengan pengembangan potensinya.
Kepribadian seorang pelatih dapat pula membentuk
kepribadian atlet yang menjadi asuhannya. Hal terpenting yang harus ditanamkan
pelatih kepada atletnya adalah bahwa atlet percaya pada pelatih bahwa apa yang
diprogramkan dan dilakukan oleh pelatih adalah untuk kebaikan dan kemajuan si atlet
itu sendiri. Untuk bisa mendapatkan kepercayaan tersebut dari atlet, pelatih
tidak cukup hanya memintanya, tetapi harus membuktikannya melalui ucapan,
perbuatan, dan ketulusan hati. Sekali atlet mempercayai pelatih maka seberat
apapun program yang dibuat pelatih akan dijalankan oleh si atlet dengan
sungguh-sungguh.
Do'a Terhindar dari Hutang dan Gelisah
Sahabatku, Aminkan doa ini agar kita terhindar dari hutang & gelisah. "Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal" 'Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kpd-Mu dari kemalasan dan aku berlindung kpd-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kpd-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang." (HR. Abu Dawud).
SAMPAIKAN PESAN UMMI PADA ABIMU
(SUNGGUH SAYA MENANGIS , TUBUHKU MERINDING KALA BACA INI !!! Kisah serangan udara tentara Israel kepada penduduk Palestine)
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ...
Ahmed putraku...
Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau bersikeras
pergi ke pasar untuk belanja dapur kita
Dimana biasanya Ummi yang melakukannya
katamu,"Biar Ummi di rumah,
Ummi mengaji saja di kamar
Biar Ahmed yang pergi ke pasar
Sekali ini saja."
Kau sangat bersikeras ...Ahmed putraku
Ummi tak ada prasangka padamu
Lelaki kecilku yang dibanggakan Abimu juga aku
Lalu kau pun pergi membawa keping logam tersisa
Untuk ditukar dengan apa saja sekedar hidup hari ini
Ummi lalu kembali larut dalam ayat Quran tercinta kita...
Kemudian mendadak suara langit menggelegar...
Pesawat dari neraka datang lagi...
Diikuti dentuman keras terdengar...
Serasa dekat di telinga Ummi
Lalu tiba-tiba saja Ummi merasa khawatir denganmu...
Lalu bergegas keluar rumah seperti para tetangga
Ummi mencari tahu apa yang telah terjadi
Semua berlari ke arah pasar tempat kau pergi...
Ahmed putraku...
Lalu ummi melihatmu terkapar di jalan...
Diantara raga-raga tak bergerak lainnya
Kau sekarat disana...Tanganmu saja yang bergerak
Ahmed putraku...
Ummi spontan membopongmu mencari pertolongan.
Di mulutmu hanya ada suara...
Suara yang sangat kita kenal...
"Allah! Allah! Allah! Allah!"
Lirih Lemah...
Tapi menembus kuat hingga langit tertinggi
Dan Allah ternyata memberi cinta di pagi ini padamu
Juga pada Ummi lalu kubisikkan kata di telingamu,
"Putraku tersayang, Sampaikan pesan Ummi pada Abimu di syurga bahwa ummi akan lanjutkan perjuangan kalian .
Ummi akan teruskan perlawanan kalian.
Selamat jalan Ahmed anakku terkasih
Selamat jalan syahidku cintaku
Ternyata Allah telah memanggilmu pagi ini
Biarkan Ummi menangis terakhir kalinya
mengantarmu pergi ke taman kehidupan sebenarnya
dimana Abimu menunggu di pintu gerbangNya
Tunggu Ummi ya nak, tunggu
Kita kelak akan bersama lagi seperti dulu …
Laa ilaaha illallah Muhammadarrasuulullah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun…"
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ...
Ahmed putraku...
Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau bersikeras
pergi ke pasar untuk belanja dapur kita
Dimana biasanya Ummi yang melakukannya
katamu,"Biar Ummi di rumah,
Ummi mengaji saja di kamar
Biar Ahmed yang pergi ke pasar
Sekali ini saja."
Kau sangat bersikeras ...Ahmed putraku
Ummi tak ada prasangka padamu
Lelaki kecilku yang dibanggakan Abimu juga aku
Lalu kau pun pergi membawa keping logam tersisa
Untuk ditukar dengan apa saja sekedar hidup hari ini
Ummi lalu kembali larut dalam ayat Quran tercinta kita...
Kemudian mendadak suara langit menggelegar...
Pesawat dari neraka datang lagi...
Diikuti dentuman keras terdengar...
Serasa dekat di telinga Ummi
Lalu tiba-tiba saja Ummi merasa khawatir denganmu...
Lalu bergegas keluar rumah seperti para tetangga
Ummi mencari tahu apa yang telah terjadi
Semua berlari ke arah pasar tempat kau pergi...
Ahmed putraku...
Lalu ummi melihatmu terkapar di jalan...
Diantara raga-raga tak bergerak lainnya
Kau sekarat disana...Tanganmu saja yang bergerak
Ahmed putraku...
Ummi spontan membopongmu mencari pertolongan.
Di mulutmu hanya ada suara...
Suara yang sangat kita kenal...
"Allah! Allah! Allah! Allah!"
Lirih Lemah...
Tapi menembus kuat hingga langit tertinggi
Dan Allah ternyata memberi cinta di pagi ini padamu
Juga pada Ummi lalu kubisikkan kata di telingamu,
"Putraku tersayang, Sampaikan pesan Ummi pada Abimu di syurga bahwa ummi akan lanjutkan perjuangan kalian .
Ummi akan teruskan perlawanan kalian.
Selamat jalan Ahmed anakku terkasih
Selamat jalan syahidku cintaku
Ternyata Allah telah memanggilmu pagi ini
Biarkan Ummi menangis terakhir kalinya
mengantarmu pergi ke taman kehidupan sebenarnya
dimana Abimu menunggu di pintu gerbangNya
Tunggu Ummi ya nak, tunggu
Kita kelak akan bersama lagi seperti dulu …
Laa ilaaha illallah Muhammadarrasuulullah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun…"
Good Inspiration
“Jika kejahatan di balas dengan kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas dengan kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.”
Marilah memulai diri menjadi orang yg mulia di hadapan-Nya..
^_^
Marilah memulai diri menjadi orang yg mulia di hadapan-Nya..
^_^
Cinta
Jika kita mencintai maka janganlah berlebihan karena bisa jadi suatu saat kita akan membenci, dan jika kita membenci janganlah berlebihan karena bisa jadi suatu saat kita akan mencintai.
(Al-hadits)
Jika kita mencintai dengan berlebihan maka suatu saat jika orang yg kita cintai tida maka kita pun akan merasa kehilangan yg teramat sangat. Maka mencintai yg sewajarnya saja dan mengutamakan Allah pada cinta yang utama. ^_^
nita poerb4: Analisis Perpind...
nita poerb4: Analisis Perpind...: Analisis Perpindahan Pedagang Kaki Lima Pasar Baru Baturaja Ke Pasar Induk Batu Raja Suasana pasar retail ...
Kamis, 15 Maret 2012
Senin, 12 Maret 2012
KUBERHARAP PADAMU
Ya Allah….
Kutengadahkan tanganku,
Berharap kau membahagiakannya sepertiku kini.
Ya Rabbi….
Kumemohon,
Berilah bunda mimpi yang selalu indah.
Ya Rabbul Izzati…
Kuberharap padaMu, Anugerahkan bunda kecupan hangat.
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi….
Sejahterakanlah bundaku . . .
Kutengadahkan tanganku,
Berharap kau membahagiakannya sepertiku kini.
Ya Rabbi….
Kumemohon,
Berilah bunda mimpi yang selalu indah.
Ya Rabbul Izzati…
Kuberharap padaMu, Anugerahkan bunda kecupan hangat.
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi….
Sejahterakanlah bundaku . . .
Sabtu, 10 Maret 2012
Kepada kau yang tercinta
Kepada kau yang tetap tercantik
Tahu kah kau kau tetap menarik
Dengan sikap dan tawa mu yang memang unik
Selalu membuat ku menjadi tertarik
Kepada kau yang tercinta
aku selalu memberi sebuah rasa
Yang tak akan ku berikan sebuh Noda
Dalam cerita kita yang sangat mempesona
Kepada Kau yang Tersayang
tahu kah akau wajah mu selalu terbayang
Disetiap hariku tak akan pernah hilang
dan cintamu membuatku selalu melayang
Kepada kau yang termanis
ada dan menjadi kisah yang terlukis
hidup akan selalu bahagia dan tak akan miris
Dan akan kuberikan cinta tak pernah terkikis
kepada Kau yang Terkasih
ku terbuai dengan sifat mu yang welas asih
ku tahu hati mu memang suci bersih
Rasa cinta ini akan ku jaga terimakasih.
Tahu kah kau kau tetap menarik
Dengan sikap dan tawa mu yang memang unik
Selalu membuat ku menjadi tertarik
Kepada kau yang tercinta
aku selalu memberi sebuah rasa
Yang tak akan ku berikan sebuh Noda
Dalam cerita kita yang sangat mempesona
Kepada Kau yang Tersayang
tahu kah akau wajah mu selalu terbayang
Disetiap hariku tak akan pernah hilang
dan cintamu membuatku selalu melayang
Kepada kau yang termanis
ada dan menjadi kisah yang terlukis
hidup akan selalu bahagia dan tak akan miris
Dan akan kuberikan cinta tak pernah terkikis
kepada Kau yang Terkasih
ku terbuai dengan sifat mu yang welas asih
ku tahu hati mu memang suci bersih
Rasa cinta ini akan ku jaga terimakasih.
Langganan:
Komentar (Atom)

